walah-walah kok jadi heboh

anggaran 20% membuat kita menghembuskan nafas lega. ahh, semoga anak putus sekolah semakin sedikit. semoga dialokasikan untuk beasiswa anak kurang mampu. http://www.penapendidikan.com/841000-siswa-sd-putus-sekolah/. semoga sekolah yang mau rubuh bisa di renovasi. http://www.antara.co.id/arc/2008/2/26/ratusan-gedung-sekolah-rusak-di-jakarta/. walaupun tidak bisa menyaingi sekolah2 swasta yang berlomba mendirikan gedung megah dan mahal. semoga pajak buku lebih murah dan dipangkas, semoga semoga…

tapi kok.. yang mencuat di media, malah kenaikan gaji yang fantastis. bukannya mau menyepelekan atau menghujat. gaji guru PNS menurut saya tidaklah kecil seperti yang di gembar-gemborkan. pasti pas mungkin (BBM kali ya), tapi sepengetahuan saya, di lingkungan rumah saya, guru2 PNS terutama yang senior, banyak lho yang sejahtera tidak kekurangan apa2 kecuali kurang banyak. kalau guru “sukwan” atau honorer, guru bantu, mungkin. seharusnya ini yang jadi perhatian lebih selain infrastruktur pendidikan itu sendiri. woww.. keren sekali baru masuk jadi guru sudah bisa dua juta rupiah. belum lagi bisa nyambi buka les belajar, bisa pulang siang, liburnya banyak, hehehe… mau gak ya di tugasin ke pelosok luar jawa sana, jangan-jangan… tentu peningkatan kesejahteraan perlu diperhatikan, tapi perbandingannya harus seimbang. masa yang PNS naiknya berlipat, yang guru bantu gak “kerasa”. padahal istimewanya buntut “PNS” itu apa coba???

seperti ICW, saya juga sepakat, bahwa keputusan MA itu perlu ditinjau kembali. karena kok jadinya rada mengernyit, kenaikan anggaran 20% pendidikan kok yang mencuat masalah anggaran gaji. aku jadi gemas sama si bapak setengah botak itu, kebijakannya semakin nganeh-nganehi… sasaran tembaknya itu kok rasanya kurang pas… benahi dulu “pendidikan”nya. benahi dulu prosedurnya. benahi dulu kualitas pendidik, baru reward menanti sesuai tingkat profesionalitas seorang pendidik. gitu lho pak!

artikel terkait:

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/08/13/brk,20060813-81781,id.html

http://malangraya.web.id/2008/09/12/gaji-guru-bantu-macet/


Leave a Comment