Sewaktu kita antri di kasir pusat perbelanjaan, kdang secara tidak sengaja kit amelihat sebelah kita membuka dompet, dan wihh… kartunya banyak amir bo! Dompet isinya kartu semua. Jangan langsung berpikir orang itu banyak uang lho, kalau itu kartu ATM sih bisa saja uangnya banyak. Tapi kalau itu Kartu Kredit semua, nanti dulu.

Kartu kredit memang sudah bukan barang asing untuk saat ini, anak SMP pun kadang mendapat fasilitas dari ortunya untuk mendapat kartu tambahan.  Lebih baik untuk Kartu Kredit kita cenderung bijaksana.

 

Sekarang ini, pada kenyataannya semakin mudah untuk mendapatkan fasilitas kartu kredit. Pada prinsipnya, rata-rata syarat utama memiliki kartu kredit harus memiliki penghasilan minimal 25 juta rupiah dalam setahun. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang memiliki penghasilan dibawah itu memiliki kartu kredit. Contoh di perusahaan X (ini saya ketahui dengan mata kepala sendiri), para pegawai kongkalikong me mark up slip gaji agar memenuhi syarat. Itupun juga bekerja sama dengan operator telepon, kalau ada telepon dari bank yang akan mengkonfirmasi ulang disambungkan dengan orang yang pura2 jadi H&R nya. Hasilnya tidak sampai 1 bulan kartu kredit sudah ditangan.  Atau pegawai yang dihitung secara  kasar dari penghasilan per bulan tidak mencapai standart minimum diatas bisa saja mendapat fasilitas kartu kredit karena ada kebijakan lain seperti perusahaan atau instansinya believable, bonafid, atau kerjasama seperti mengeluarkan kartu jenis corporate dan penghasilan itu termasuk penghasilan lain yang di dapat dalam kurun waktu 1 tahun.

Masalah yang muncul bukan pada saat approval. Tapi kebanyakan dalam perjalanan mempergunakan fasilitas tersebut. Walaupun tidak banyak, tapi kejadian yang terjadi pada dasarnya adalah pada individunya sendiri.  Ini beberapa kejadian pada umumnya yang saya pilah-pilah:

 

  • Orang datang mengeluhkan tagihan kartu kredit yang tidak dia mengerti. Kok malah membengkak. Ada yang ikut2an temannya, ada yang mengaku mengiyakan saja ketika ditawari produk2 lain seperti asuransi, keanggotaan di hotel mana.

Untuk kasus ini, sebenarnya  perlu disadari bahwa beberapa orang cenderung malas. Maksudnya, malas mendengarkan penjelasan yang bertele-tele, malas membaca buku panduan yang sudah satu paket dengan kartu  kredit ketika pertama kali diterima applicant. Dan juga malas berpikir dan mempertimbangkan.  Seharusnya bisa berpikir perlu atau tidak memiliki suatu produk.  Jangan malas bertanya banyak. Jangan menjadikan  penawaran petugas yang susah ditolak sebagai alasan, karena itu memang bagian dari trik product selling. Kalau anda tidak suka bertele-tele, culup bilang tidak saja, mereka akan sangat maklum kok. Tidak perlu gengsi  bilang “tidak” dan tak perlu ikut2an jika tidak mengerti betul. Kadang menggampangkan bisa jadi bumerang buat kita.

Pada prinsipnya memang ada penawaran2 seperti asuransi contohnya creditshield yang meng-cover semua tagihan jika terjadi sesuatu pada diri kita seperti meninggal dunia, namun ada kompensasi kita harus membayar premi yang dibebankan ke tagihan kartu kredit kita. Dan perlu perhatian juga, jangan pernah memberitahukan hal2 yang sangat rahasia atau bersifat  pribadi kepada orang lain. Karena bisa saja disalahgunakan

 

  • Orang datang marah-marah karena ditelpon terus oleh debt collector  yang mengatasnamakan salah satu bank untuk menagih. Berarti orang itu dalam kondisi menunggak atau terlambat dari tanggal jatuh tempo yang ditentukan. Yang membuat heran. Sudah punya hutang, tertunggak, ee. Marah-marah, kadang menyalahkan “ kenapa saya dulu di tawar-tawarin…”, nah lho.

Untuk kasus ini ada dua kata kunci,  Bijaksana dan Disiplin. Penawaran yang diberikan adalah penjajakan mungkin prospek yang ditawari mau dan berniat untuk menggunakan fasilitas kredit. Tapi bukan berarti dalam penggunaannya kemudian semau gue, tanpa kendali,  JIka kartu kredit sudah di tangan berarti semua kendali ada di tangan pemilik. Dari awal, kala kita tidak malas membaca sudah dijelaskan terperinci pasal per pasal, case per case tentang kartu kredit. Jadi jika pada contoh tadi orang sampai marah-marah merasa diteror debt collector itu karena akibat kelalaian atau ketidakbijakan pengguna.  Biasanya bank-bank ada prosedurnya. Mulai dari telepon dari bank itu sendiri sampai batas beberapa kali, sampai pada akhirnya perlu pihak lain sebagai kepanjangan-tangan dari bank.

 

  • Orang mengeluh, denda dan bunga yang terlampau tinggi. Pada prinsipnya denda itu dikenakan pada orang yang terlambat membayar hingga melewati jatuh tempo. Dan bunga dikenakan setelah dalam satu bulan berjalan, pemilik kartu hanya membayar sebagian atau mnimal yang harus dibayar.

Secara umum di dalam lembar penagihan ada beberapa point pokok (sekedar untuk diketahui saja):

-          Tanggal cetak, adalah tanggal kapan lembar itu di cetak.  Biasanya berjarak beberapa hari dari tanggal tagihan. Jadi memberi waktu kepada pengguna untuk mengetahui dan membayar tagihan yang tertera. Ada trik tersendiri, jika dalam keadaan kepepet, bisa menggunakan kartu kredit setelah tanggal cetak. Jadi masih ada waktu sebulan lebih untuk membayar. Kalau menggunakan sehari sebelum tanggal cetak, secara otomatis akan tertagih besoknya.

 

-          Tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal terakhir pembayaran untuk transaksi sebulan sebelumnya. Jika dibayar setelahnya, maka otomatis di kenakan denda sesuai tariff bank masing2. Jadi disiplinlah mengingat tanggal jatuh tempo, karena tanggal jatuh tempo pada prinsipnya tidak pernah berubah-ubah terlampau jauh. Paling jauh mundur 3 hari dari tanggal jatuh tempo biasanya.

 

 

-          Total tagihan, semua transaksi yang dilakukan pengguna. Hal yang perlu dicermati adalah, tetap memantau transaksi yang tercantum, untuk menghindari transaksi2 tidak dikenal, jadi masih ada tenggang waktu agak lama untuk melaporkan ke pihak bank. Yang sering tidak diperhatikan oleh pengguna, dalam paket kartu pertama, sudah disertakan PIN transaksi dan PIN phone banking (atau hanya satu jenis PIN). PIN ini untuk digunakan transaksi atau untuk mengecek tagihan di mesin ATM.

 

-          Pembayaran minimum, jika dalam pembayaran kita tidak mampu atau ingin mencicil ataupun malas membayar semua tagihan, bisa membayar sesuai dengan pembayaran minimum yang tercantum di lembar tagihan. Biasanya 10% atau sekian puluh ribu dari pembayaran. Nah yang perlu dicermati, pembayaran yang kurang dari pembayaran minimum akan di kenakan penalty atau denda. Karena sudah ada kelonggaran mencicil. Konsekuensinya jika membayar sesuai pembayaran minimum, akan di kenakan bunga fixed per bulan dihitung dari total sisa tagihan tertunggak. Prosentase bunga untuk kartu kredit lumayan tinggi karena memang bisa digolongkan ke kredit konsumstif.

Jika tidak ingin terbebani degan bunga atau denda. Guakan kartu kredit dengan bijak dan disiplin. Cepat bayar sebelum jatuh tempo, dan belanjakan sesuai dengan kemampuan financial masing-masing. Kemudahan bukan berarti tanpa kedali bukan?

 

-          Batas kredit, adalah plafon yang diberikan sesuai yang di approve pihak bank. Jika kita menggunakan melebihi batas kredit juga akan dikenakan penalty sesuai ketentuan.

 

-          Batas penarikan tunai. Ini adalah fasilitas yang memperkenankan pengguna untuk mearik tunai namun terbatas. Biasanya hanya sekitar dari 60 persen batas kredit. Itupun menurut saya lebih baik digunakan dalam keadaaan terdesak. Karena ada biaya cash advance-nya sesuai tariff, atau paling sedkit sepuluh ribu (tapi ini berbeda-beda lho). Lagi pula bungany lebih tinggi daripada transaksi belanja.

 

  • Orang datang dengan berkeluh kesah, memakai kartu kredit malah tidak karu2an pengeluarannya. Tidak bisa mengontrol, cenderung menyalahkan kartunya bukan siapa yang menggunakannya.  Ini menurut saya yang juga lucu. Tidak perlu dijelaskan pemecahannya, karena masalahnya ada pada individu itu sendiri J

 

  • Untuk penyalahgunaan transaksi melalui internet, seyogyanya berhati-hati. Lebih baik kit amenggunakan PC pribadi dan peka terhadap situs2 palsu yang mungkin saja menjadi alat para hacker atau penipu untuk melaksanakan niat buruknya. Contohnya jangan sekali menyebutkan  tanggal lahir, nomor 16 digit plus 3 angka yang mnegikutinya. Karena itu bagian dari data rahasia anda.

 

Beberapa case diatas benar-benar terjadi, dan bisa menjadi pertimbangan dan tambahan info bagi yang sudah maupun akan menggunakan fasilitas kartu kredit.

Bukan berarti menggunakan kartu kredit itu beresiko tinggi, Yang penting kita bijak dan disiplin dalam menggunakannya, hati-hati juga poin utama.  Banyak juga kegunaannya. Bisa memanfaatkan promo-promo atau diskon dari merchant-merchant tertentu yang bekerja sama. BIsa meminimalkan penggunaan uang tunai daripada menggembung dit as. Tidak akan terbelit bunga atau denda jika kita tertib membayar sebelum jatuh tempo. Bisa menjadi cadangan untuk keadaan darurat jika kita memerlukannya untuk hal yang tidak terduga. Terkadang ada juga promo dengan bunga 0 persen untuk  mencicil contohnya fasilitas Smart Spending, yaitu jika kita ingin membeli suatu barang dengan mencicil. Biasanya kita perlu telepon dulu untuk merubah status transaksi, sehingga kita tidak perlu membayar beban bunga yang tinggi.

Perlu kebijaksanaan pula untuk memilih kartu kredit yang cocok untuk kebutuhan kita. Jangan hanya terpengaruh oleh promo2 yang ada. Contohnya kita tergiur dengan kartu kredit dengan fasilitas Cash Back. Menarik sekali jika tiap transaksi kita mendapat kembalian sekian persen, padahal disamping itu kita harus membayar  iuran kartu tahunan yan lebih tinggi. Kecuali yang volume transaksinya gede, boleh saja memanfaatkan keuntungan tersebut.

 

Jangan tergiur dengan penawaran2 kartu kredi t yang begitu mudah. Karena banyak kartu bukan berarti kita menjadi kaya, karena itu bagian dari hutang. Atau terpengaruh lifestyle yang ada. Menurut saya yang paling efektif adalah memiliki paling banyak 2 kartu kredit, tidak perlu banyak. Satu mungkin untuk digunakan rutin, satu untuk kartu yang sudah terpercaya dan memiliki jaringan internasional yan terpercaya, yang mudah digunakan dimana-mana. Be a wise people guys J Jangan sampai kejadian seperti yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, memiliki delapan buah kartu kredit, sistem bayarnya tutup lobang gali lobang, ada benarnya juga Rhoma Irama ya…

 

 


Leave a Comment