ngelindur

ada sinar namun masih nun jauh di sana,disinipun aku masih meraba

memincingkan mata aku melihat jalan lurus nun di depan sana,disinipun aku masih berkelok-kelok

walaupun aku ingin terbirit mengejar suatu cercah itu,aku sadar aku masih terseok…

semua itu membuatku menoleh dan menyakinkanku,bahwa saat ini memang jalan ini yang harus aku tapak

keluhan, lenguh, sesak, himpitan, memang meronta tanpa kendali, namunku tak tak mau menyesali semua itu karena terlanjur kuteriakkan

karena itu hanyalah sebagian dariĀ jalan untuk kembali tersadar

remuk tak membuat aku redam

sedih tak membuatkuĀ lama bersedu sedan

kupikir, itu hanya fase untuk menjadi lebih kuat dan menggenggam sinar itu

“i believe…”


Leave a Comment